Langsung ke konten utama

Postingan

PENYEBAB KEGAGALAN DALAM BUDIDAYA SIDAT

Sudah ribuan orang yang mencoba budidaya sidat tetapi yang bisa panen dalam waktu yang tepat dan singkat serta mutu yang layak untuk domestik dan internasional bisa dihitung dengan jari. Hal ini disebabkan oleh : Pemilihan benih yang tidak tepat Mengingat sidat masih belum bisa dibudidayakan tapi masih tangkapan alam, banyak nelayan yang mencari benih dengan cara sembarangan. antara lain, disetrum, diputas, dipancing, atau cara-cara lain yang tidak layak. Padahal seharusnya sidat hanya boleh ditangkap dengan cara memasang bubu, jaring, atau alat-alat lain yang tidak melukai, tidak meracuni, atau merusak unsur tubuh bibit sidat. Bisa juga benih kita dapat dari hasil budidaya yang salah dari orang lain. Sehingga bibit sidat menjadi kerdil karena kesalahan dalam pemeliharaan atau pakan yang tidak tepat di tangan orang lain. Pemeliharaan yang salah

Budidaya Sidat Peluang Bisnis yang Besar - Buyer dan Wartawan Asing ke Singgasana Sidat

Bisnis yang benar dan aman adalah bisnis yang berorientasi pasar. Untuk mengamankan produk yang kami miliki maka penetrasi pasar terus kami upayakan. Dan tampaknya target itu mulai menampakkan titik terang, dengan banyaknya buyer dan wartawan asing yang datang. Beberapa relasi asing yang datang menunjukkan sikap yang positif terhadap Singgasana Sidat bahkan diatara mereka meminta untuk bermitra. Dengan adanya tanggapan positif dari berbagai pihak, khususnya luar negri. Maka membuka pleuang untuk lebih memajukan sidat di Indonesia dengan kualitas yang baik. Wartawan Jepang yang Datang ke Singgasana Sidat  Wawancara P. Daniel Am. dengan wartawan Jepang, Mr. Wakio  Foto bersama Mr. Lee (Pengusaha asal Korea Selatan)

Budidaya Sidat di Singgasana Sidat (Liputan Trans 7)

Foto Liputan oleh Trans 7

Proses liputan Budidaya, panen sidat, dan pembuatan pelasan uling (pepes sidat) oleh Trans 7 di Singgasana Sidat. Dipandu oleh presenter Roland Lagonda dan cameraman Hendra Kaswara. Liputan oleh Trans 7

Lihat Keseruan Sidat saat Makan Siang

Salah satu ciri sidat yang sehat adalah makannya yang lahap. Selain itu tubuh sidat halus dan licin, badan lebih besar daripada kepala, daging tidak alot dan tidak berbau tanah saat dikonsumsi.

Pepes Unagi ala Banyuwangi (Net TV - Indonesia Morning Show)

"Pelasan Uling"  masakan khas Banyuwangi ala Singgasana Sidat selalu menjadi menu favorit para pengunjung yang mampir ke tempat kami. Ini adalah liputan oleh Net TV dalam acara Indonesia Morning Show. dalam video ini dapat dilihat cara pemanenan sidat, proses pengemasan pasca panen, sampai olahan sidat yang menggoyang lidah. selamat menonton.

SIKLUS HIDUP SIDAT DAN HABITATNYA

siklus hidup sidat Ikan sidat merupakan ikan yang tumbuh dewasa di perairan tawar dan saat dewasa (matang gonad) akan kembali ke laut untuk memijah. Siklus hidup ikan sidat dimulai dari sidat dewasa yang dikenal dengan silver eel yang memijah di laut dalam. Temperatur optimum untuk memijah adalah 20° C dan salinitas tinggi. Telur yang dihasilkan sebanyak 3 juta telur per kilogram sidat betinanya. Telur-telur sidat menetas sekitar 24 jam menjadi larva kecil berukuran 5 mm. Kemudian berangsur-angsur menjadi larva (leptocephalus) berbentuk seperti daun yang transparan. Larva ini terus hanyut terbawa arus. Tahapan selanjutnya setelah larva mengalami metamorfosis adalah stadia glass eel . Pada tahapan ini   sidat kecil sudah menyerupai sidat secara utuh namun masih belum ada pigmentasi pada tubuhnya sehingga bening seperti kaca. . Glass eel ber r uaya secara aktif kearah perairan yang memiliki salinitas rendah. Pada saat inilah sidat secara bertahap mengalami pigmentasi pada tubuh...